Cara Mengembalikan File atau Folder yang Terhapus Permanen

Pernahkah anda secara tidak sengaja menghapus file atau folder penting secara permanen dengan menekan tombol shift+del? Tentu akan sangat menyesal apabila ternyata file yang Anda hapus secara permanen tersebut ternyata masih berguna. Bagaimana cara mengembalikannya? 

Berikut kita bahas mengenai Cara Mengembalikan File atau Folder yang Terhapus Permanen. Yaitu Dengan menggunakan WinUtilities Undelete, dengan Software ini file/folder yang sudah terhapus permanen dapat dengan mudah Anda kembalikan.

Cara Mengembalikan File atau Folder yang Terhapus Permanen

Cara Mengembalikan File atau Folder yang Terhapus Permanen

WinUtilities Undelete adalah tool recovery data, software gratis untuk mengembalikan file yang terhapus secara permanen dan mengembalikannya ke tempat yang kita inginkan.. WinUtilities Undelete sangat mudah digunakan untuk data recovery. Software ini dapat memulihkan file dan folder yang hilang pada NTFS dan FAT atau pada perangkat penyimpanan fisik. WinUtilities Undelete mendukung pemulihan dokumen Anda yang tidak sengaja terhapus dari memori card kamera. Tool ini bisa mengembalikan data dari storage eksternal (flashdisk) atau kartu memori kamera digital yang terformat. Software ini juga mendukung untuk memulihkan file mp3 dan avi pada mode lanjutan.


Cara Mengembalikan File atau Folder yang Terhapus Permanen

Cara menggunakan ini tool cukup mudah (user friendly). Setelah instalasi, buka aplikasinya dan klik drive dimana kita akan mencari file yang hilang di sisi sebelah kiri. Setelah tool tersebut melakukan scanning akan muncul semua file yang ada di drive tersebut beserta file-file yang sudah kita delete secara permanen. So..tinggal anda pilih file mana yang akan anda kembalikan dengan cara klik kanan file tersebut dan klik undelete.

Download WinUtilities Undelete untuk Mengembalikan File atau Folder yang Terhapus Permanen DISINI

Cara Mudah Menghapus Aplikasi Bawaan Android Tanpa Root

Bagaimana Cara Mudah Menghapus Aplikasi Bawaan Android Tanpa Root? Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan bagi para pengguna android baru yang tidak mengingnkan salah satu aplikasi berjalan di smartphone mereka. Aplikasi bawaan OS android terkadang menjadi pengganggu aktifitas penggunaan android kita karena hanya memenuhi memory smartphone.

Banyak dari beberapa aplikasi yang jarang kita gunakan bahkan tidak berguna yang terpasang di smartphone yang kita miliki namun menjadi default dari vendor yang membuatnya. dengan banyak aplikasi yang terinstal maka bisa mengakibatkan smartphone android menjadi lemot atau lelet. Tentu kita akan berusaha untuk membuang bahkan menghapus aplikasi bawaan tersebut tanpa mengganggu kinerja ponsel anda.

cara Uninstall Aplikasi Android
Cara Mudah Menghapus Aplikasi Bawaan Android Tanpa Root
 

Berikut beberapa panduan bagaimana Cara Menghapus Aplikasi Bawaan Android :

Ada dua cara untuk menghapus aplikasi bawaan android, yaitu dengan aplikasi tambahan atau dengan cara manual.
 
Cara menghapus secara manual
  1. Pilih Pengaturan
  2. Silahkan pilih menu Device lanjut pilih Apps (aplikasi)
  3. Pilih aplikasi yang ingin dihapus.
  4. Setelah itu pilih Force Stop kemudian pilih Disable

Cara Menghapus Aplikasi Bawaan Android dengan aplikasi

Ada beberapa aplikasi untuk hapus aplikasi bawaan default android, silahkan pilih salah satu dibawah ini:

1. System app remover
Dengan bantuan aplikasi ini, anda bisa unistal aplikasi atau hapus aplikasi dengan mudah. silahkan instal dan lihat aplikasinya, dan keunikan aplikasi ini salah satunya adalah dapat restore atau mengembalikan aplikasi yang terhapus juga dapat mengetahui aplikasi yang tidak boleh anda hapus.

2. DU Speed Booster
Menghapus Aplikasi Bawaan Android
Cara Menghapus Aplikasi Bawaan Android dengan Aplikasi du speed boster untuk membersihkan cache ini juga bisa untuk hapus aplikasi yang diinginkan. dengan tampilan yang mudah dan aman untuk android. silahkan untuk menikamatinya instal dibawah ini :Download APlikasi Playstore

3. Clean Master (Speed Booster)
Clean master adalah aplikasi untuk mempercepat kinerja android dengan menghapus cache yang bermasalah. dan aplikasi ini juga bisa digunakan untuk menghapus beberapa aplikasi yang diinginkan. satu lagi yang dimiliki aplikasi android ini adalah dapat mencari aplikasi yang diinginkan untuk diinstal.

Sumber: www.lintasteknologi.com

3 Putra Raja Arab Yang Gemar Teknologi

Putra Raja Arab Yang Gemar Teknologi. Raja  Arab Saudi,  Salman bin Abdulaziz al-Saud, mengunjungi  Indonesia mulai  1 hingga 9 Maret 2017. Beragam  pembicaraan di media sosial dan juga pemberitaan hangat  saat ini terus terfokus pada keluarga Raja Salman.

Fakta  lain yang menjadi  perhatian dari kunjungan Raja Salman adalah para pangeran Arab Saudi Putra Raja Salman, yang beberapa di antaranya mengikuti sang raja ke Indonesia. Tentu saja para pangeran ini terkenal dengan kekayaan dan wajah yang super tampannya.

Kekayaan para pangeran Arab Saudi Putra Raja Salman  ini berasal dari bisnis yang tersebar di berbagai bidang, salah satunya teknologi. Apalagi, saat ini Arab Saudi tengah melakukan transformasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis minyak.

Diketahui, ada tiga pangeran Arab Saudi Putra Raja Salman yang ternyata turut bergelut di bidang teknologi. Ketiga pangeran itu adalah Mohammed bin Salman Al Saud, Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud, serta pangeran Fahad bin Faisal Al Saud.

Berikut ini kisah singkat seputar kiprah ketiganya di dunia teknologi.

Mohammed bin Salman Al Saud
Pangeran Mohammed bin Salman. (Foto: Dok. Flickr)

Pangeran Mohammed bin Salman.

Mohammed adalah Putra kandung Raja Salman dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi. Ia lahir pada 31 Agustus 1985 di Jeddah. Untuk pendidikan, Mohammed memiliki gelar Sarjana Hukum dari Universitas King Saud, Arab Saudi.

Calon pengganti ayahnya ini dikabarkan terlibat bisnis dalam bidang teknologi, tepatnya perusahaan telekomunikasi dan internet asal Jepang, SoftBank. Perusahaan ini juga sangat agresif dalam memberi suntikan dana ke sektor teknologi.

Pada Oktober 2016, Pangeran Mohammed dikabarkan ikut berinvestasi bersama investor teknologi Jepang, Masayoshi Son, untuk memberikan bantuan dana bagi SoftBank, yang totalnya mencapai 100 miliar dolar AS. Dengan dana ini, SoftBank akan membuka kantor di London, Inggris, dengan rincian dana 45 juta dolar AS yang dikucurkan dari Arab Saudi. Mohammed manyatakan, Arab Saudi memiliki misi baru untuk meningkatkan perekonomian negara agar tidak tergantung pada minyak saja.

Ide yang ia namakan 'Vision 2030', merupakan perencanaan negara untuk mendapatkan pemasukan dari bidang-bidang selain minyak, termasuk teknologi. Bahkan, pada 2016 lalu Mohammed mengunjungi kawasan teknologi terkenal di Amerika Serikat, Silicon Valley, dan menemui CEO Facebook, Mark Zuckerberg, serta CEO Mircrosoft, Satya Nadella. Perusahaan transportasi online, Uber, juga 'kecipratan' dana segar dari Arab Saudi sebesar 3,5 miliar dolar AS.

Alwaleed bin Talal bin Abdulaziz Al Saud
Pangeran Alwaleed bin Talal al Saud (Foto: Neil Hall/Reuters)

Pangeran Alwaleed bin Talal al Saud

Sebagai pangeran terkaya Putra Raja di Arab Saudi, bisnis Alwaleed terbentang luas di berbagai bidang, seperti perbankan, properti, hingga teknologi. Pangeran Alwaleed adalah putra dari Pangeran Talal, putra ke-20 mendiang Raja Arab Saudi, Raja Abdulaziz.

Alwaleed menjalani masa studi di dua universitas di Amerika Serikat, yaitu Menlo College dan Universitas Syracuse.

Kekayaan Alwaleed kini diperkirakan ada sekitar Rp 223,9 triliun. Pada akhir 2015 lalu, Pangeran Alwaleed berinvestasi di perusahaan transportasi online asal Amerika Serikat, Lyft, yang merupakan saingan dari Uber. Alwaleed kabarnya mengucurkan dana sebesar 247,7 juta dolar AS untuk mendapatkan penguasaan 5,3 persen saham Lyft. Alwaleed juga sebelumnya telah memiliki lima persen penguasaan saham dari situs jejaring sosial Twitter. Menurut Fortune, Alwaleed berinvestasi sebesar 300 juta dolar AS untuk Twitter pada 2011 lalu.

Pada tahun 2015, Alwaleed sempat dirumorkan akan turut berinvestasi di media sosial lainnya, yaitu Snapchat, namun hal itu tak terjadi. Rumor ini berkembang setelah Alwaleed tertangkap kamera sedang bertemu secara langsung dengan CEO Snapchat, Evan Spiegel.

Pangeran Fahad bin Faisal Al Saud (Foto: Fahad Al Saud via Facebook)

Pangeran Fahad bin Faisal Al Saud

Pangeran Fahad adalah Kepala Urusan Pelajar Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di Kedutaan Besar yang bertempat di Los Angeles, Amerika Serikat. Pangeran yang memiliki gaya 'kekinian' ini juga sedang bergelut dengan bisnis pengembangan dan riset untuk proyek energi alternatif di kota tersebut bersama UCLA (University of California, Los Angeles).

Pangerah Fahad lahir di Taif dan menjalani studi tradisional di Arab Saudi. Kemudian ia melanjutkan studinya di Universitas Stanford, AS, untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknik Mesin, dan gelar kedua dalam studi Ilmu Manajemen.

Fahad memilih untuk berkarier sebagai seorang entrepreneur teknologi. Pada 2008, setahun setelah lulus dari Stanford, Fahad diangkat menjadi Kepala Analisis dan Operasional Facebook berbahasa Arab. Fahad ditargetkan untuk meluncurkan Facebook berbahasa Arab pada 2009, yang kemudian berhasil ia realisasikan.

Facebook Arab dianggap telah merevolusi komunikasi dan dapat mengembangkan talenta-talenta yang dimiliki orang-orang berbahasa Arab.

Pangeran Fahad kemudian mendirikan berbagai bisnis startup dalam bidang teknologi, yakni NA3M Games, yang menciptakan game-game mobile, dan Appiphany, pengembang aplikasi InstaFeed yang dapat mengatur lini masa Instagram sesuai keinginan pengguna.

Perannya di industri game mobile tidak berhenti sampai di situ, Pangeran Fahad juga terlibat sebagai co-founder Popover Games, sebuah pengembang game sosial-kasino yang memungkinkan pemainnya menggunakan berbagai macam bahasa dalam obrolannya. Kemudian Popover dibeli oleh pengembang game kasino sejenis lain, Playsino.

CekDong.Com Marketplace Produk Digital Indonesia (Review)

Dunia Internet dan digital Indoesia makin maju ya. Seiiring dengannya muncul banyak penyedia produk digital. Ini karena permintaan akan barang digital terus meningkat. Pelaku bisnis online terus naik dari tahun ke tahun. Persaingan makin meningkat, vendor-vendor produk digital berlomba-lomba membuat tool-tool untuk memenuhi kebutuhan netter yang juga terus meningkat.


Tahun 90-an Buku, koran, majalah masih menjadi referensi utama ketika kita butuh sebuah informasi. Toko buku atau kios koran pinggir jalan menjadi favorit. Kita rela belama-lama di toko buku untuk membaca menghabiskan sebuah buku pengetahuan atau sekedar novel. Namun kini rupanya famor buku dan toko buku mulai memudar. Seiring dengan terus berkembangnya dunia digital dan internet dengan segala kemudahannya orang lebih memilih berlama-lama didepan komputer atau bermain smartphone ketimbang pergi ke toko buku.

Teknologi terus mengalami kemajuan, sepuluh tahun yang lalu mungkin kita hanya mengenal Facebook atau Twitter. Kini media sosial lebih meriah, ada Whatsaap, Instagram,  pinterest, Telegram dll. Media sosial kemudian menjadi pilihan untuk berpromosi, karena disitu orang bisa berinteraksi secara langsung, pepatah mengatakan Dimana Banyak Orang Disitu ada Uang. Maka orang mulai berbondong-bondong datang di media sosial untuk BERJUALAN. Tak ayal pula semakin banyak orang bermain semakin banyak pula persaingan. Sama halnya dengan dunia konvensional ada yang bertahan dan menang ada pula yang kalah dan menghilang.

Permasalahan itu rupanya menarik beberapa pihak untuk memahami, mempelajari kemudian membuat cara agar kita menang di persaingan Bisnis Online. Maka bermunculan-lah Buku-buku elektronik (E-Book), Video-video tutorial dan Software-software sakti untuk keluar dari masalah ini.

Saat ini tak terhitung E-book2, Video Tutorial, dan software diperjual belikan di internet. Baik yang dijual langsung oleh pembuat atau melalui pihak lain. Kita tentu ingat, sebuah toko buku menjual aneka buku belum tentu buku buatan dia sendiri, yang dia jual biasanya buku buatan orang lain dengan penerbit milik orang lain pula.

Nah demikian pula dimasa serba digital saat ini. Barang digital berupa E-book, Video atau software dijual melalui sebuah toko digital yang dikenal dengan istilah Marketplace Produk Digital atau Pasar Produk Digital.

Sekarang banyak bermunculan Marketplace Produk Digital salah satunya adalah WWW.CEKDONG.COM. Website ini menyediakan bermacam produk digital berupa E-Book, Video, atau Software dari Vendor-vendor terpercaya.
  • Jika Anda Seorang Internet Marketer (Imer) yang sedang mencari cara bagaimana cara melipat gandakan penjualan online anda www.CekDong.Com boleh dijadikan referensi. Karena www.CekDong.Com menyediakan tool-tool untuk menunjang penjualan online anda, seperti FB MArketing Tool, AutoViral, WhatsApp Marketing, GramCaster dll.
  • Anda yang pelajar ata mahasiswa boleh juga mampir ke toko online ini karena disana ada tutorial bermain gitar atau ebook lainnya untuk menunjang studi anda.
  • Untuk ibu2 rumah tangga atau remaja putri www.Cekdong.Com juga meyediakan tutorial2 untuk menambah keterampilan anda sebagai seorang wanita seperti Cara membuat puding, Panduan mendidik anak atau ebook tutorial 21 hari mencari jodoh.

WWW.Cekdong.Com dengan Tagline Pasar Produk Digital Indonesia menyediakan kebutuhan produk digital anda dengan harga terjangkau dari sumber2 terpercaya.

Kuota internet anda boros? Hati-hati dengan 7 aplikasi ini!

Tak hanya baterai yang mudah habis, kuota internet pun sering terkuras habis. Dua hal tersebut sering dikeluhkan para pengguna smartphone masa kini. Teknologi internet yang semakin hari semakin kencang membuat kebutuhan data menjadi lebih boros. Terlepas dari itu semua, ternyata ada beberapa aplikasi yang diam-diam menyedot kuota internet secara drastis. Ingin tahu apa saja aplikasinya? Berikut ulasannya.

Kuota internet boros

Facebook

Jika Anda termasuk orang yang aktif menggunakan aplikasi Facebook, pastikan fitur auto play video tidak aktif. Video pada facebook lebih sulit dimuat ketimbang YouTube. Jadi sudah dipastikan kuota data yang dikeluarkan menjadi lebih banyak.

Anda dapat menonaktifkannya dengan cara masuk ke menu pengaturan aplikasi -> putar otomastis, lalu pilih opsi “jangan pernah putar video otomatis” atau “putar otomatis di koneksi WiFi saja”. Selain itu, non-aktifkan juga fitur unggah semua foto dalam HD dan unggah semua video dalam HD.

Twitter

Seperti halnya Facebook, Twitter juga dilengkapi dengan fitur pemutar video dan GIF secara otomastis. Tentu hal ini lumayan menyedot kuota internet Anda. Nonakftifkan auto-play dengan cara pergi ke menu setings-> general -> video autoplay. Selain itu, jika ingin lebih menghemat pemakaian data pada aplikasi Twitter ini, non-aktfikan juga image previews in timeline.

Instagram

Instagram yang notabene digunakan semua orang untuk berbagi momen-momen penting melalui foto, nyatanya menghabiskan data internet yang cukup besar. Karena Aplikasi ini juga menggunakan fitur pemutar video dan pemuatan gambar secara otomatis.

Jika ingin mematikan fitur ini, masuk saja ke pengaturan aplikasi. Lalu, pilih menu penggunaan data seluler. Berikan tanda centang pada opsi gunakan lebih sedikit data. Dengan begini, seluruh pemutaran video dan pemuatan gambar secara otomatis hanya terjadi saat perangkat terhubung di jaringan WiFi.

YouTube

Pasti semua orang setuju kalau aplikasi berikut ini sering menjadi penyebab habisnya kuota internet secara tiba-tiba. Bagaimana tidak? Video-video pada YouTube membutuhkan data yang cukup besar untuk dapat diakses. Untung saja YouTube tidak memiliki fitur auto play seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Jadi penggunaan data sepenuhnya berada di tangan kita. Masalahnya, banyak dari kita sering lupa waktu jika sudah asyik nonton video di YouTube. Sekedar tips, tontonlah video YouTube dengan resolusi yang paling rendah agar kuota data menjadi lebih hemat. Selain itu, Anda juga dapat menyimpan video secara offline untuk menonton berulang-ulang.

JOOX dan Spotify

Mendengarkan jutaan lagu dengan kualitas terbaik memang sangat menyenangkan. Akan tetapi jika hal ini Anda lakukan terus menerus, maka tak ayal kuota data Anda lenyap seketika. Jika ingin menghemat kuota, download lagu-lagu favorit Anda dan mainkan secara offline. Sayangnya, pada aplikasi Spotify hanya pengguna premium saja yang diperbolehkan men-download lagu.

Netflix

Siapa yang tak suka nonton film? Apalagi nonton filmnya dapat dilakukan hanya dengan smartphone. Ya, dengan berlangganan Netflix kita bisa menikmati berbagai film, mulai dari film lama hingga yang terbaru. Sayangnya untuk menontonnya, kita harus mengeluarkan kuota data yang terbilang besar. Untuk nonton video HD berdurasi 45 menit saja dibutuhkan kuota sekitar 750MB. Jadi, gunakan aplikasi ini dengan bijak agar kuota data tidak cepat habis.

Google Play Store

Sekilas Google Play Store tidak banyak menguras data, kecuali saat download aplikasi. Namun, fitur auto-update aplikasi lah yang menjadi penyebab utama kuota tiba-tiba habis. Seperti Facebook misalnya yang kerap menyediakan update rutin dua minggu sekali. Alangkah lebih baik jika Anda mengaktifkan auto-update hanya saat terhubung dengan jaringan WiFi saja. Atau matikan fitur ini sehingga kita bisa leluasa memilih aplikasi mana saja yang ingin di-update dan mana yang tidak secara manual.

Demikian pembahasan tentang aplikasi2 penyebab kuota internet anda boros dan cepat habis. Setting manual dan ke-hati-hatian bisa menangani masalah seperti yang disarankan sumber tulisan ini : www.droidlime.com

close